Mengadu ke DPRD, Mahasiswa Timika Butuh Fasilitas Asrama

TIMIKA, pojokpapua.id – Pemerintah dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) diminta untuk menyediakan fasilitas asrama bagi 119 mahasiswa yang kini menempuh pendidikan di Timika.

Ratusan mahasiswa yang tergabung di Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kota Studi Timika (IPMT) berharap mereka yang kini berkulian di 7 perguruan tinggi di Timika ini juga memperoleh hak yang sama seperti mahasiswa lainya yang ada di luar Timika.

Elois Kemong selaku Ketua IPMT usai menyerahkan aspirasi kepada Ketua Komisi C, Selasa (6/6/2023) di Kantor DPRD berharap pemerintah melihat anak-anak yang ada di daerah ini. 119 mahasiswa Papua yang berkuliaj di STIE JB, STT Russel, UTI, KPG PGSD, Universitas Amamapare, STT Kampus V dan STKIP Hermon kata Elois sangat membutuhkan tempat tinggal. Sebab, selama ini mereka yang berasal dari pedalaman dan pesisir Timika terpaksa menumpang di rumah sanak saudara.

Walaupun mengaku sudah mendapatkan bantuan pembayaran biaya per semester dari YPMAK, namun mereka kata Elois, masih berharap dukungan lain yakni tempat tinggal di Timika.

“Kami sudah dibantu pembayaran semester, tapi kami juga butuh bantuan tempat tinggal di sini,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi dari para mahasiswa ini, Ketua Komisi C DPRD Mimika, Aloisius Paerong membenarkan persoalan yang jadi keluhan mereka. Ia menyebut, pelajar dan mahasiswa di Timika hampir semua kebutuhan mereka sangat terbatas mulai dari kampusnya apalagi mahasiswa dari pesisir dan pegunungan terkendala dengan pemondokan atau asrama. Maka pemerintah harus memperhatikan hal ini. Yakni Dinas Pendidikan, harus diperhatikan karena yang sekolah dan kuliah ini adalah anak-anak Timika.

Dengan anggaran yang besar untuk bidang pendidikan, maka pemerintah bisa menggunakan untuk pengawasan kampus yang banyak berdiri sekarang di Timika. Jika pendirianya hanya untuk persaingan namun tidak ada outputnya ini yang tidak diperbolehkan. Yang harus ada kampus yang dikelola oleh pemerintah sebab saat ini yang ada banyak kampus swasta. Ke depan banyak anak-anak Papua yang lebih banyak berkuliah di Timika saja.

Hal ini dikarenakan tingginya biaya pendidikan dan hidup di luar Timika. Untuk itulah pemerintah dan YPMAK bisa bersama-sama berkolaborasi. Yang penting ada kerja sama untuk membantu mahasiswa.

“Kita akan bicarakan dengan pemerintah, akan minta petunjuk dari Sekda untuk mencari solusi ini dengan dinas terkait. Pemerintah harus hadir memberikan solusi untuk anak-anak yang menuntut ilmu ini,” jelas Aloisius.

Senada dengan hal itu, Anggota Komisi C, Elminus B Mom menyebut persoalan asrama atau tempat tinggal bagi mahasiswa yang berkuliah di Timika bisa diatasi oleh pemerintah. Ia menawarkan solusi jika alangkah lebih baiknya mahasiswa ini bisa berkuliah di Timika saja mengingat banyaknya persoalan yang menimpa mahasiswa yang berkulian di luar.

Maka, pada pengajuan APBD P ini Komisi C ajukan untuk pelepasan lahan guna pembangunan gedung kampus negeri Timika. Dengan adanya bangunan kampus untuk mahasiswa di Timika saja, maka anak-anak dari Timika bisa berkuliah di sini saja sehingga lebih bisa dikontrol oleh pemerintah.

“Alangkah lebih baik kalau dibangun gedung untuk asrama mereka di sini saja, supaya bisa bisa lebih dikontrol,”pungkas Elminus. (*)

Sumber: Pojok Papua Read More

Pos terkait