TIMIKA – Dalam rangka mengembangkan keterampilan dan keberanian komunikasi Bahasa Inggris bagi murid kelas 3 SD sampai kelas 9 SMP serta 83 grup dan pembina Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), maka Yayasan Pendidikan Lokon sebagai pengelola bekerjasama dengan PT Indomobil Edukasi Utama menyelenggarakan Program TeachCast with Oxford. Pembelajaran online berbahasa Inggris ini melibatkan tenaga pengajar dari Oxford University Amerika Serikat. Launching English Program ini berlangsung di Aula SATP, Sabtu (27/08/2022).
Kepala SATP, Johana M M Tnunay mengatakan sekolah semakin maju dan meningkat dengan terobosan-terobosan melalui pendampingan yang intensif oleh YPL sebagai mitra Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selalu mendukung program di SATP sejak tahun 2019.
Dari program TeachCast ini para siswa mendapat tempat yang paling disyukuri karena kesempatan ini tidak didapat semua siswa lain. Semua siswa yang sudah disiapkan lewat program yang dikelola oleh YPL, ia harapkan bisa menjadi manusia pilihan untuk dapat melakukan yang terbaik untuk Papua dan Amungme pada khususnya.
“Satu-satunya program yang diterapkan di Papua, dengan konteks pendidikan yang sudah dipikirkan oleh YPL, anak-anak kalianlah yang menerimanya, sebagai tonggak sejarah untuk menjadi pemimpin-pemimpin Papua, Amungme dan Kamoro,”jelas Yohana.
Yohana mengatakan persiapan program ini sudah dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris di dalam kelas. Persiapan mengikuti program ini sudah dimulai yakni program berkomunikasi di dalam kelas untuk melihat umpan balik antara guru dan siswa sehingga berani membuka program TeachCast ini. Sekolah juga awalnya sudah melakukan kelas internasional, yakni kelas persiapan siswa dalam berbahasa Inggris. Dengan uji coba ini ternyata berhasil sehingga dibuka program TeachCast.
Selain siswa, program yang sama juga ditujukan untuk guru-guru. Program TeachCast ini tadinya masuk ke ekstra kurikuler, namun ke depan direpersiapkan untuk masuk ke kurikulum karena menjawab tantangan-tantangan ke depanya. Hal ini pun sudah dikonfirmasi ke Dinas Pendidikan agar tidak melenceng dari kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon, Andreas Ndityomas menyebut melalui kemitraan YPL dengan YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia pihaknya berkomitmen untuk peningkatan mutu dan kwalitas SATP. YPL bertekad memperkasa dan mensejahterakan anak-anak Kamoro dan Amungme serta lima suku kekerabatan melalui pendidikan yang berkualitas dan bermartabat. Salah satu yang dilakukan adalah pendalaman ilmu dan ketrampilan berbahas Inggris. Penguasaan teknologi pembelajaran bagi guru untuk melatih anak-anak harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Kemampuan berbahasa Inggris kata dia wajib bagi guru untuk memberikan pendampingan bagi anak-anak. Ini dasar pijakan bagi anak-anak sebagai dasar pijakan mereka untuk menjadi pemimpin kelak.
Adapun program TeachCast ini sudah teruji sampai di jenjang perguruan tinggi. Dengan fasilitas dan biaya yang sangat mahal, ini dilakukan demi generasi ‘telur emas’ anak-anak Kamoro dan Amungme. Di mana, Bahasa Inggris adalah bahasa global yang digunakan di dunia. Maka, untuk persiapan mencetak pemimpin, anak-anak di SATP harus dibekali dengan Bahasa Inggris sejak dini tanpa melupakan bahasa ibu, Amungme dan Kamoro. “Biasakan diri untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang tepat dan benar, gunakan juga Bahasa Inggris yang aktif,” jelasnya.
Dalam keseharian proses pembelajaran di SATP lanjutnya, penetapan Bahasa Inggris sudah dilakukan. Selain sudah ada 4 kelas internasional, ke depan semua kelas akan diterapkan bilingual language.
Program ini akan berlangsung selama lima tahun. Untuk siswa mulai kelas 3 SD sampai kelas 9 SMP dan 83 guru serta pembina asrama guna persiapan pembelajaran bilingual dalam proses pendidikan dan pembinaan di sekolah asrama. Fasilitas pendukung program ini sudah sangat siap dengan tiga ruangan moving kelas kemampuan internet yang stabil dengan fasilitas smart televisi 70 inchi di setiap kelas sehingga dari sisi teknologi informasi sangat siap.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum SD, Dewa Komang Tri Mahayana mengapresiasi YPL yang telah berkomitmen untuk melaksanakan program ini. Grup kata dia sudah 100 persen siap mengikuti program ini baik dari kesiapan ruangan kelas, sarana dan prasarana, ada asisten guru yang akan mendampingi siswa saat moving class pada proses pembelajaran bahasa Inggris. “Melalui program ini merupakan suatu komitmen yang luar biasa. Kita juga berani membuat program ini dari dukungan dari YPL, dan kita sebelumnya sudah punya kelas internasional dari tahun 2020, awalnya sulit anak-anak memiliki kendala berbahasa, namun sejalan waktu ternyata mampu beradaptasi, sehingga YPL berani bekerja sama dengan TeachCast,” jelasnya.
Salah satu siswi SATP Kelas 9A Patresia Bela Kemong mengaku sangat senang akan mengikuti program ini. Menurut Patresia, dari program ini agar bisa lebih mengetahui pelajaran Bahasa Inggris. Awalnya ia mengaku belum terlalu mampu berbahasa Inggris namun melalui program ini, ia akan komitmen terus belajar. “Saya belum terlalu lancar Bahas Inggris, tapi mau terus belajar,” pungkasnya.(*)
Sumber: Pojok Papua Read More