Bupati Didimus: Guru dan Nakes di Yahukimo Bukan Aparat

YAHUKIMO, Seputarpapua.com | Bupati Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli menegaskan jika guru dan tenaga kesehatan (Nakes) yang diserang Organisasi Papua Merdeka (OPM) bukanlah aparat keamanan atau mata-mata seperti apa yang mereka tuduhkan.

Didimus saat ditemui di lokasi tempat evakuasi para guru dan nakes di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Minggu (23/2/2025) menegaskan, jika apa yang disampaikan OPM dengan menyebut mereka sebagai aparat bahkan mata-mata tidaklah benar.

“Jadi saya bantah 100 persen orang-orang yang berbicara ini ada TNI atau aparat keamanan yang masuk sebagai mata-mata (dengan menyamar sebagai guru dan nakes) itu saya bantah 100 persen,” tegasnya.

Didimus bahkan menyampaikan agar generasi muda Orang Asli Papua (OAP) di Yahukimo terus mengejar pendidikan, sehingga kedepan mereka bisa mengajar generasi muda selanjutnya.

“Teman-teman ini (generasi muda OAP) bila perlu kalian saja yang jadi guru supaya kalian yang mengajar adik-adikmu ini supaya mereka lebih maju,” katanya.

Bahkan Didimus juga menyebut, aksi yang dilakukan dengan menyerang guru dan nakes sangat tidak dibenarkan.

“Guru dan nakes ini kan sifatnya universal, di seluruh dunia ada, dan Indonesia tidak merdeka dulu juga dengan membunuh guru-guru dan mantri (nakes) Belanda makanya orang-orang tua itu tahu bahasa Belanda sampai Indonesia merdeka,” tuturnya.

Didimus kembali menegaskan, tidak ada di dunia manapun peristiwa keji pembunuhan guru dan nakes, dan hal itu juga dilarang dalam hukum internasional.

“Wartawan harus dilindungi, guru harus dilindungi, nakes harus dilindungi, pendeta, pastor harus dilindungi, tempat perlindungan itu di Masjid, di gereja, dan tidak ada simpati untuk aksi bunuh guru dan mantri (nakes),” tutupnya.

 

Artikel ini telah tayang di seputarpapua.com
LINK SUMBER : Bupati Didimus: Guru dan Nakes di Yahukimo Bukan Aparat

Pos terkait